Masih efektifkah cara menghemat uang dengan menabung di bank saat ini ?

Masih efektifkah cara menghemat uang dengan menabung di bank saat ini ? Menghemat uang memang perlu dilakukan oleh setiap orang, tapi bukan berarti pelit atau irit. Memang agak sulit membedakan hemat dan pelit, tapi menurut saya hemat dan pelit itu berbeda, kalau hemat itu tetap membelanjakan uang sesuai keperluan. Sedangkan kalau pelit cenderung sayang dengan uang, maksudnya adalah selalu membatasi pengeluaran meski untuk keperluan penting, contohnya dalam membeli baju, meski punya anggaran yang cukup tapi membeli baju yang murah tanpa memperhatikan kualitas dan daya tahannya.

Memang agak susah menjelaskannya bedanya pelit dan hemat, tapi kalau menjelaskan perbedaan hemat dan boros sangat mudah. Tapi masing-masing orang mempunyai cara berhematnya masing-masing, dan yang membuat menarik yaitu cara menabung uang di bank menjadi primadona setiap orang.

Masih efektifkah cara menghemat uang dengan menabung di bank saat ini ?

Beberapa tahun lalu sekitar 2010.an, saya masih ingat ketika membaca salah satu artikel keuangan di salah satu portal berita online terkemuka, tapi lupa kapan artikelnya diterbitkan. Membuka rekening di bank dan menyimpan uang di bank menjadi cara yang cukup efektif untuk melakukan penghematan atau menghindari pemborosan. Jadi uang tunai (cash) yang di pegang atau ada di dompet usahakan tidak terlalu banyak, dan cukup untuk operasional sehari-hari.

Alasan menghemat dengan menabung di bank sebenarnya cukup sederhana, karena jika memegang uang tunai maka mendorong keinginan untuk selalu berbelanja. Bisa jadi selalu muncul keinginan untuk membeli ini itu, atau ketika ada orang jualan A maka beli A, hingga jualan Z maka produk Z pun di beli. Meski produk A hingga Z tidak seberapa penting atau tidak sesuai kebutuhan, maka bisa saja dibeli ketika pegang uang.

Nah, dari kondisi tersebut cara klasik menyarankan untuk menaruh uang di bank, sehingga menghindari untuk memegang uang tunai. Akhirnya ketika gelap mata untuk membeli ini itu, maka akan pikir-pikir misalnya karena uang tunainya hanya cukup untuk transport dan makan.

Solusi tersebut mungkin sangat cocok diterapkan pada beberapa tahun lalu, karena mayoritas masih menggunakan transaksi tunai (cash).

Tapi apakah masih cocok digunakan saat ini ?


Kondisi saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu, karena saat ini transaksi banyak dilakukan secara non tunai. Pihak bank menyediakan fasilitas ebanking, mobile banking, internet banking, dll yang memungkinkan dan memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi.  Di tambah lagi saat ini sedang musim belanja online, dengan banyak bermunculan merchant online atau toko online dengan berbagai promo menarik dan menggoda pembeli.

Nah, kondisi tersebut berbeda dengan jaman dulu.  Dulu ketika menabung di bank, maka akan menekan pengeluaran tunai, tapi saat ini dengan menabung di bank akan memudahkan transaksi online. Membeli barang atau produk apapun bisa dilakukan dengan mudah. Jika gelap mata, bisa-bisa setiap ada produk yang menarik di toko online akan dibeli. Tinggal klik, transfer uang, dan barang datang.

Tapi jika dipikir lebih dalam lagi, masalah hemat atau boros itu bukan tergantung menabung di bank atau tidak. Tapi cenderung ada pengaruh gaya hidup, pola pikir, dan kemampuan dalam mengatur keuangan. Bank dan teknologi transaksi online bukan penyebabnya boros atau hemat, karena teknologi dan kemajuan zaman tidak mungkin di hindari. Jadi untuk hemat atau boros, tergantung pada diri masing-masing baik dalam gaya hidup, pola pikir, mengatur keuangan, dan sebagainya.

2 comments

Visitor Rating: 5 Stars

Visitor Rating: 5 Stars


EmoticonEmoticon