Gajah Mati Karena Serangan Jantung Dan Kepanasan Setelah Mengangkut Wisatawan Di Angkor Wat Kamboja


Gajah Mati Karena Serangan Jantung Dan Kepanasan Setelah Mengangkut Wisatawan Di Angkor Wat Kamboja


Gajah Mati Karena Serangan Jantung Dan Kepanasan Setelah Mengangkut Wisatawan Di Angkor Wat Kamboja - Ribuan Orang menandatangani petisi untuk menghentikan penggunaan gajah sebagai kendaraan wisata setelah gajah tua terjatuh dan mati di Angkor Wat Kamboja.

Dilansir dari Phnom Penh Post, Gajah yang bernama Sambo tersebut berusia antara 40 hingga 45 tahun. Gajah tersebut telah bekerja di Angkor Elephant Company sejak tahun 2001.

Gajah betina tersebut jatuh dan roboh pada hari jum’at 22 April 2016, setelah berjalan sekitar 40 menit mengangkut wisatawan di sekitar Kompleks Kuno di wilayah tersebut.

Dokter hewan yang menangani menyimpulkan bahwa gajah tersebut terkena serangan jantung yang dikarenakan temperatur di di daerah tersebut sangat panas.

Hingga hari rabur 27 April 2016, petisi untuk menghentikan menunggangi gajah tersebut mendapatkan dukungan 42.000 orang.

Pada bulan Februari 2016 Lembaga perlindungan hewan dunia melaporkan kekejaman menggunakan gajah sebagai kendaraan wisata.

Mereka mengatakan bahwa gajah yang digunakan untuk kendaraan wisata diambil dari induknya ketika masih bayi, dan dipaksa mengikuti proses pelatihan yang termasuk mengurungnya di kandang yang sempit, mengikat, atau merantai gajah. Sehingga mereka hanya bisa bergerak ketika diperintahkan saja.

Tak jarang gajah juga disakiti dengan dipukul dengan besi atau kayu agar menurut.

Organisasi non-profit dunia untuk keselamatan binatang telah menghubungi Tripadvisor untuk melakukan tindakan, menghentikan promosi dan menjual atraksi binatang yang tidak bertanggungjawab kepada pengunjungnya yang berjumlah 300 juta pengunjung tiap bulannya.

http://goo.gl/Wc7PMG


EmoticonEmoticon