Urban farming untuk menjawab tantangan pertanian di perkotaan

Urban farming untuk menjawab tantangan pertanian di perkotaan : Pertanian identik dengan masyarakat desa karena memang lahan atau tanah pertanian di desa masih luas. Sedangkan di perkotaan, lahan pertanian semakin menyempit akibat banyak digunakan menjadi gedung perkantoran dan industri. Hal tersebut yang akhirnya membuat masyarakat kota tidak bisa untuk bertani dan bergantung dari pertanian di pedesaan.

Namun bagaimana jika masyarakat kota ingin bertani? Haruskah mereka berpindah ke desa untuk mencari lahan pertanian?

Urban farming untuk menjawab tantangan pertanian di perkotaan


Menurut Rob Buchan dalam buku Urban Farming Guidebook 2013, peran pertanian dalam sejarah peradaban manusia bisa menjadi pertimbangan mendasar dalam menjawab pertanyaan tersebut. Bahwa tumbuhan dan hewan dahulu menjadikan manusia sebagai pemburu dan hidup nomaden atau berpindah-pindah untuk mencari makanan. Kemudian menumbuhkan makanan adalah kunci mendasar untuk menjadikan manusia hidup menetap.

Tapi perlu diketahui bahwa produksi pangan merupakan bagian penting dari sistem perkotaan yang kompleks. Produksi pangan dengan menanam tidak hanya mempengaruhi kebutuhan pangan saja, tapi juga pengaruh pada perubahan iklim perkotaan yang semakin panas, kemudian juga meningkatnya harga kebutuhan hidup termasuk makanan yang semakin mahal. Dari kekhawatiran dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dihasilkan dari industri yang akhirnya banyak yang terdorong untuk inisiatif produksi pangan alternatif.

Jadi manusia sudah hidup menetap di perkotaan, haruskah terus berpindah seperti jaman dulu? Tentu tidak, tapi tetap ada yang harus berubah yaitu cara tanam yang tidak memerlukan lahan luas dan bisa diterapkan di perkotaan yang minim lahan pertanian yang dikenal sebagai urban farming.

Dengan urban farming akan membantu dalam desain perkotaan yang berkelanjutan dan membangun kualitas hidup yang lebih baik. Dengan kondisi tanah di perkotaan yang tertutup aspal, beton, cor, dan sebagainya tapi dengan konsep urban farming mampu menjawab tantangan produksi pangan di perkotaan.