Penerapan pertanian perkotaan atau urban farming di Jakarta

Penerapan pertanian perkotaan atau urban farming di Jakarta : Urban farming menjadi tren bisnis, dimana mengharuskan petani kota untuk mencari ruang di perkotaan misalnya halaman depan atau belakang rumah, lahan kosong, tempat parkir, atap rumah atau gedung, ruang publik dan sebagainya. Tempat-tempat tersebut bisa dijadikan lahan untuk menumbuhkan tanaman untuk konsumsi dan mampu memberikan pendapatan keuangan bagi masyarakat. Pertanian di perkotaan menciptakan suatu tantangan sekaligus peluang pertanian untuk masyarakat kota.

Pertanian perkotaan ini ternyata sudah dikembangkan di Jakarta baik oleh pemerintah dan juga komunitas Jakarta berkebun. Di kutip dari salah satu artikel di beritasatu.com yang diterbitkan pada bulan juli 2015, bahwa pemerintah DKI Jakarta khususnya Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKPKP) mencoba untuk malakukan penanaman sayur dan buah di Jakarta meski dalam kondisi tanah yang tidak subur dan memang bukan untuk pertanian.

Penerapan pertanian perkotaan atau urban farming di Jakarta
Gambar : Kompas.com

Dari berita tersebut disebutkan bahwa salah satu program pemerintah DKI Jakarta yaitu program pertanian kota di lahan sempir yang berada di pemukiman warga.  Lokasi yang akan digunakan misalnya gang sempit, pekarangan rumah warga, hingga jalan kosong yang belum banyak dimanfaatkan. Di tahun 2015 ada 66 lokasi untuk mengembangkan program tersebut, yang tersebar di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Kesadaran akan pentingnya pertanian perkotaan ini ternyata tidak hanya ada di pemerintah. Masyarakat yang tergabung dalam Jakarta Berkebun juga melakukan hal yang sejenis yang berfokus untuk memanfaatkan lahan yang belum dimanfaatkan untuk dijadikan lahan produktif.

Salah satu masalah yang ingin di selesaikan dari Jakarta berkebun adalah masalah banjir yang disebabkan oleh sampah di jakarta yang menumpuk dan air yang sulit meresap ke tanah. Sehingga dengan cara menanami tanah tidak terawat yang tandus untuk dijadikan lahan produktif, harapannya mampu menyuburkan tanah dan juga mampu menyerap air hujan dengan cepat. Tanaman yang di tanam rata-rata tanaman pangan yang bisa memberikan manfaat ketika panen, misalkan tanaman buah.

Hal itu merupakan contoh penerapan urban farming yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat perkotaan. Dengan metode seperti itu maka akan dihasilkan pertanian yang berkelanjutan sebagai salah satu bentuk mengatasi masalah pangan, lingkungan, dan ekonomi.