Inilah Kesalahan dalam memahami pekerjaan bos

Kesalahan dalam memahami pekerjaan bos : Saya sering menjumpai orang dengan pandangan bahwa yang dilakukan seorang bos adalah seperti hanya santai, minum softdrink, makan enak, dan kegiatan senang-senang lainnya. Sehingga banyak orang yang ingin menjadi bos, sehingga mereka bisa santai dalam hidupnya. Banyak orang meninginkan menjadi bos karena tanpa dikejar deadline pekerjaan, tanpa mendapatkan target tertentu, dan bisa menikmati waktu tanpa harus bekerja karena sudah memiliki banyak uang.

Baiklah mungkin mereka salah dalam memandang pekerjaan seorang Bos. Perlu diketahui bahwa istilah bos biasanya digunakan untuk seorang yang menempati posisi pimpinan suatu perusahaan atau organisasi bisnis tertentu. Nah, dari hal itu mari kita pahami tentang seorang pemimpin yang sebenarya.

Kesalahan dalam memahami pekerjaan bos


Seorang pemimpin dalam organisasi atau perusahaan adalah orang yang bertugas untuk menentukan arah suatu perusahaan atau organisasi tertentu. Jika memahami maksud dari menentukan arah sebenarnya sangat dalam dan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Misalnya membuat perencanaan strategis perusahaan atau organisasi, kemudian bagaimana menangani persaingan dengan perusahaan pesaing, bagaimana pengembangan perusahaan kedepan, bagaimana mengatasi mengatasi masalah karyawan, bagaimana jika terjadi masalah hukum dan sebagainya.

Sebenarnya seorang bos atau pemimpin dalam perusahaan ataupun organisasi memiliki banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan dengan tepat dan cepat. Bahkan mereka harus rela tidur kurang dari 5 jam dalam sehari untuk menyelesaikan pekerjaan dan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan atau organisasi.

Meskipun ada bos atau pemimpin perusahaan atau organisasi yang memiliki staf khusus di masing-masing bidang, namun pembuat keputusan adalah pemimpin atau bos. Menjadi seorang bos atau pemimpin perusahaan atau organisasi tidak boleh salah dalam mengambil keputusan, karena ketika menentukan keputusan yang salah maka akan berdampak pada kemunduran dan kehancuran perusahaan atau organisasinya.

Selain itu menjadi seorang bos atau pemimpin harus mampu memberikan contoh yang baik kepada anggota atau bawahannya. Coba bayangkan jika bos atau pemimpin perusahaan atau organisasi yang memiliki sifat pemalas, tidak mau bekerja keras. Yang mereka kerjakan hanya santai, kakinya diletakan diatas meja sambil merokok atau makan kentang goreng, hidupnya dihabiskan untuk bersenang-senang. Jika bos atau pemimpinnya seperti itu, maka apa yang akan terjadi pada bawahan atau anggotanya?

Dampak yang pertama adalah perilaku tersebut bisa dilakukan juga oleh bawahan, anggota, atau karyawannya. Kemudian karena kondisinya seperti itu, maka mereka tidak produktif untuk menjalankan pekerjaan masing-masing. Bahkan karena memiliki sifat malas, akhirnya banyak pekerjaan yang tidak dikerjakan. Hal ini akan mengakibatkan kemunduran atau kehancuran pada perusahaan atau organisasinya.

Dari penjelasan singkat tersebut bisa diambil suatu pelajaran bahwa semakin tinggi posisi atau jabatan kita, maka tanggungjawab dan tugas yang dikerjakan juga akan semakin berat. Sehingga jika ingin menjadi bos atau pemimpin suatu perusahaan atau organisasi, harus siap dengan resiko tanggungjawab yang lebih berat dimana tidak bisa dilakukan dengan kemalasan. Untuk mencapai hal itu tidak bisa hanya dilakukan dengan malas, karena malas akan membawa pada kehancuran.