Memahami Pengertian Bullying Sebagai Langkah Pencegahan Sebelum Terjadi

Pengertian Bullying  - Selama ini kami menerbitkan artikel tentang bullying, tapi mungkin banyak yang tidak memahami pengertian bullying atau definisi bullying itu sendiri.

Memahami Pengertian Bullying Sebagai Langkah Pencegahan Sebelum Terjadi


Bullying dapat berupa berbagai bentuk dan dapat merusak anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun secara psikis dan juga fisik. Bullying adalah keinginan seseorang untuk menyakiti, mengancam, mengintimidasi, ataupun mempermalukan orang lain. Bulling lebih dari sekedar membuat nama panggilan yang jelek dan bahkan perilaku bullying saat ini sudah merambah melalui teknologi komputer, telepon dan bahkan atas kehadiran internet. Perilaku bullying bisa berupa fisik, emosional, tulisan, lisan, atau bahkan dalam bentuk seksual.  Dengan mengetahui cara anak dalam melakukan bullying kepada teman-temannya dapat membantu untuk mengidentifikasi dan menghentikan perilaku bullying.


Bullying secara fisik adalah ketika salah satu anak secara fisik melukai anak yang selainnya dengan maksud dan tujuan melecehkan, menakut-nakuti, ataupun mempermalukan korbannya. Perilaku memukul, menendang, dan mondorong serta kekerasan fisik lain adalah cara-cara anak dalam melakukan bullying secara fisik. Anak laki-laki sering menggunakan bullying jenis ini karena mereka biasanya lebih agresif dibandingkan dengan anak perempuan. Bullying secara fisik dapat memiliki efek yang serius pada korbannya jika tidak segera dihentikan.

Verbal Bullying adalah bentuk lain dari bullying dan biasanya anak perempuan lebih rentan untuk melakukan bullying jenis ini. Verbal Bullying terjadi ketika anak-anak memanggil nama orang lain dengan panggilan yang jelek, menyebarkan rumor atau gosip dan juga mengkritik satu sama lain tanpa henti. Meskipun verbal bullying tidak berdampak pada fisik, tapi hal ini bisa mengakibatkan trauma pada anak-anak dan menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan diri, menjadi depresi, dan kurang tertarik dalam bergaul kemudian menutup diri atau menyendiri. Efek ini dapat merusak anak, dan bahkan mempengaruhi psikologis mereka dalam jangka panjang.

Bullying tertulis bisa berupa tulisan kata-kata kasar baik ditulis dikertas, melalui pesan teks seperti sms, bahkan status sosial media. Dengan menggunakan kata-kata tertulis ataupun gambar untuk melakykan bullying saat ini lebih mudah dilakukan oleh anak-anak secara online. Anak-anak akan menuliskan hal-hal berupa penghinaan korban mereka secara online agar dilihat oleh orang banyak di dunia maya. Mereka juga dapat menggunakan komunikasi chat atau pesan online untuk menyebarkan opini negatif dan membuat komentar-komentar negatif untuk korban bullying.

Bullying secara emosional adalah bentuk lain dari bullying dan juga lebih sering terjadi pada anak-anak perempuan. Bullying secara emosional dilakukan dengan membuat komentar negatif atau tindakan untuk menyakiti perasaan orang lain. Jenis bullying ini sama seriusnya dengan bentuk bullying yang selainnya karena korban akhirnya mengalami kerusakan secara emosional. Korban bullying dengan cara emosional tersebut sering menyalahkan diri sendiri dan mengakibatkan efek jangka panjang.

Sexual Bullying lebih sering terjadi pada anak yang mulai beranjak dewasa. Perilaku bullying semacam ini bisa berupa komentar negatif yang berhubungan dengan seksual, menghina perkembangan fisik, pelecehan seksual, atau bahkan menunjukan hal-hal yang bersifat seksual. Bullying dalam bentuk seksual menjadi masalah yang sangat serius dan bisa dianggap pelecehan seksual. Anak-anak yang melakukan bullying jenis ini dapat menghadapi konsekuensi yang serius, bahkan bisa berhadapan dengan hukum.

Bullying bisa terjadi pada siapa saja dan bahkan saat ini sering terjadi terutama di sosial media. Setiap jenis bullying harus ditanggapi secara serius dan harus ditangani secara tepat. Memahami jenis bullying dapat mencegah perilaku bullying dan menghentikanya sebelum hal itu terjadi.