Bullying di tempat kerja terjadi pada orang dewasa

Bullying di tempat kerja terjadi pada orang dewasa - Meskipun bullying dianggap sesuatu yang sering terjadi pada anak-anak di sekolah, tapi bullying juga dapat terjadi pada orang dewasa di tempat kerja. Bullying di tempat kerja adalah ketika salah satu karyawan atau sekelompok karyawan menargetkan orang lain untuk diejek, dikritik, atau bahkan diancam. Bullying di tempat kerja lebih sudah umum terjadi dan bentuk atau caranya berbeda dengan bullying pada anak.

Bullying di tempat kerja terjadi pada orang dewasa


Tujuan Bullying Di Tempat Kerja


Bullying di tempat kerja, seperti halnya bullying yang terjadi pada anak-anak, bertujuan untuk merusak orang lain baik secara fisik ataupun psikologis, dan dalam konteks orang dewasa biasanya lebih mengarah ke psikologis atau emosional. Korban bullying di tempat kerja terus menerut dikritik karena hal-hal yang sepele, kemudian prestasi mereka diremehkan atau diabaikan. Korban bullying di tempat kerja juga akan dibully dilain kesempatan meski bukan dalam kondisi kerja. Meskipun yang dituduhkan tidak benar, pelaku bullying di tempat kerja akan senantiasa mengawasi korban mereka.


Bentuk Bullying Di Tempat Kerja


Bentuk lain dari bullying di tempat kerja adalah dikucilkan dari kelompok atau membatasi informasi tentang apa yang terjadi ditempat kerja. Korban bullying ditempat kerja sering ditinggalkan dan ditolak aksesnya terhadap pekerjaan-pekerjaan penting, sehingga mereka tidak nyaman untuk bekerja. Hal ini terjadi karena pelaku bullying sedang mencoba untuk melemahkan korbannya dan membuat pekerjaan dirinya (pelaku bullying) kelihatan lebih baik. Korban bullying ditempat kerja juga diperlakukan berbeda dengan yang selainnya oleh pelaku bullying, dan harus tinduk pada aturan secara ketat dengan standart yang berbeda dengan yang lain. Hal ini dilakukan untuk membuat lebih mudah bagi mereka untuk menggagalkan korbannya dan terlihat buruk.

Bullying di tempat kerja juga bisa berupa dibentak, mempermalukan, melecehkan, dan menggoda korbannya. Pelaku bullying di tempat kerja akan melakukan hal tersebut untuk merusak kepercayaan diri korban mereka dan membuat pekerjaan korbannya jadi lebih buruk. Pelaku bullying ditempat kerja menetapkan standart yang tinggi dan tidak realistis dengan waktu yang cukup singkat untuk korban mereka, agar korbannya terlihat sangat buruk pekerjaannya. Korban bullying ditempat kerja juga diberikan pekerjaan yang berlebihan atau dipaksa bekerja melebihi jam kerja mereka dengan ancaman pemecatan jika tidak bersedia.

Pola umum bullying ditempat kerja adalah mencuri pekerjaan korbannya. Pelaku bullying di tempat kerja akan mengambil pekerjaan korbannya dan kemudian memberikan kepada atasannya dengan mengakui bahwa itu hasil pekerjaannya. Karena hal ini korbannya tidak memiliki bukti yang kuat bahwa pekerjaan itu sebenarnya adalah hasil kerja mereka. Korban bullying di tempat kerja juga sering ditolak permintaan mereka untuk cuti, bahkan meskipun itu hak mereka. Korban bullying ditempat kerja yang dibuat agar mereka berpikir bahwa mereka bersalah meskipun itu adalah kesalahan pelaku bullying. Pelaku bullying ditempat kerja akan melakukan apapun untuk korban yang dia anggap mengancam keberadaannya.

Bisa jadi sulit untuk mengidentifikasi bullying di tempat kerja dan bahkan lebih sulit untuk mengentikannya, dengan mencatat semua kejadian bullying yang terjadi dan tetap tenang adalah cara terbaik untuk menangani bullying di tempat kerja. Kadang juga diperlukan memberitahukan permasalahan tersebut kepada atasan secara langsung. Jangan terima jika terjadi bullying ditempat kerja dan lakukan hal yang terbaik untuk mencoba menghentikannya.

Comments

Anonymous said…
Visitor Rating: 5 Stars
Anonymous said…
Visitor Rating: 5 Stars