Coba Lihat Cyber Bullying dan Bullying Tradisional. Adakah disekitar Anda?

Cyber Bullying dan Bullying Tradisional : Bullying sudah lama menjadi masalah di sekolah, tapi biasanya hanya terbatas hanya pada kelas, halaman sekolah, ataupun lorong-lorong di sekolah. Namun saat ini teknologi menjadikan bullying mudah untuk dilakukan dibandingkan sebelumnya, dengan melalui email, chat room, dan social media dengan pengguna online yang jumlahnya tak terbatas. Ada suatu ketika semua perilaku bullying terjadi dengan tatap muka (langsung), tapi sekarang ini dengan internet anak-anak bisa mem-bully satu dengan yang selainnya dengan metode komunikasi yang populer misalnya saat ini misalnya social media, bahkan dengan menggunakan akun anonim. Pelaku bullying tradisional biasanya membiarkan korban mereka dan hanya bisa mendapatkan dukungan dari teman-teman di sekitarnya. Sedangkan cyber bullying bisa mempermalukan, mengancam, dan meremehkan korban mereka tanpa diketahui identitas mereka, atau mereka. Selain itu mereka juga memiliki ribuan masa di internet. Pelaku Cyber bullying menjadi umum di kalangan anak-anak dengan menggunakan cara-cara komunikasi tersebut (internet) dalam kehidupa sehari-hari mereka.

Coba Lihat Cyber Bullying dan Bullying Tradisional. Adakah disekitar Anda?


Pelaku cyber bullying bisa mengatakan hal-hal yang tidak bisa mereka katakan langsung kepada orang lain melalui chat room, aplikasi chat lain di website yang sifatnya personal (face to face). Hal ini memungkinkan anak-anak menjadi lebih jahat dibandingkan dengan bullying secara tradisional. Hal-hal yang tidak bisa mereka katakan dihadapan orang lain, sekarang lebih mudah dikatakan melalui media online. Cyber Bullying berpotensi menjadi ancaman yang lebih besar dibandingkan traditional bullying, karena berpotensi untuk merusak hal yang lebih besar. Tradisional Bullying hanya bisa menjangkau orang-orang disekitarnya saja yang jumlahnya tidak seberapa, sedangkan cyber bullying bisa menggunakan ribuan orang yang online untuk mengeroyok satu orang yang dibully. CyberBullying juga lebih mudah dilakukan dari pada traditional bullying. Yang dibutuhkan adalah bahan untuk membully, dan pelaku cyber bullying pun dapat mempermalukan target mereka. Anak-anak saat ini sangat mudah untuk online dan tidak sulit untuk membully, bahkan tanpa komputer sekalipun ketika mereka punya handphone dengan koneksi internet. Pelaku traditional bullying harus memiliki keunggulan secara fisik untuk membully anak lain, atau setidaknya menggunakan wajah mereka untuk menakut-nakuti korbannya. Sedangkan cyber bullying hanya butuh sedikit usaha tapi dengan hasil bully yang lebih besar.

Pelaku bully tradisional hanya bisa bertindak pada korban mereka ketika mereka melihat korbannya. Jadi bully semacam ini hanya terbatas di sekolah atau tempat-tempat mereka bertemu. Sedangkan cyber bullying bisa membully orang lain melalui ponsel dan kompuer rumah ataupun sekolah, tanpa harus bertemu langsung dengan korbannya. Pelaku traditional bullying tidak bisa mengintimidasi orang lain dirumah, tapi cyber bullying bisa dimana saja melakukan bullying termasuk melalui komputer rumahnya. Hal ini membuat tidak ada lagi tempat yang aman bagi korban bullying, karena mereka juga membutuhkan komputer dan internet untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah atau berkomunikasi dengan teman-temannya.

Tidak mudah untuk menghentikan cyber bullying seperti traditional bullying. Komentar penghinaan, intimidasi, dan menyakitkan diposting secara online dan di share kepada orang-orang di internet yang sulit untuk dihentikan dan berpotensi bisa dijangkau oleh ribuan bahkan jutaan orang. Setelah komentar yang di posting secara online dijangkau oleh orang banyak, maka resiko yang dihadapi semakin besar. Menghentikan traditional bullying lebih mudah dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat (dengan bicara langsung), tetapi cyber bullying yang menggunakan nama palsu (anonim) di internet akan sulit untuk dihentikan.

Banyak perbedaan antara cyber bullying dengan traditional bullying, tapi keduanya adalah masalah yang sangat serius. Bullying secara negatif dapat mempengaruhi psikologis baik antara pelaku dan korbannya, dan jika tidak segera dihentikan maka akan mengakibatkan dampak yang serius pada mereka.

3 comments

Visitor Rating: 5 Stars

Visitor Rating: 5 Stars

Visitor Rating: 5 Stars


EmoticonEmoticon