Mendidik Anak Dengan Memelihara Binatang, Kenapa tidak?

Terkadang ada beberapa masalah mengenai pendapat orangtua terhadap adanya binatang dirumahnya, terlebih lagi orang tersebut memiliki seorang anak bayi atau balita. Para orangtua memang tidak salah dengan sikap yang protective untuk melindungi anaknya dari binatang tertentu agar tidak melukai diri, menularkan penyakit, dan sebagainya. Adanya kehati-hatian dan kekhawatiran para orangtua kepada anak merupakan suatu hal yang memang terkadang diperlukan.

Mendidik Anak Dengan Memelihara Binatang, Kenapa tidak?


Dari berbagai kekhawatiran para orangtua terhadap keselamatan dan kesehatan anak, maka jika dilihat mengenai manfaat bagi anak di usia balita yang memang masanya untuk mengenal hal-hal baru di dunia ini dan “kepo” terhadap segala sesuatu tentang benda yang ada disekelilingnya, tentulah sangat penting untuk masa perkembangan anak. Karena jika orangtua tidak mengenalkan pelbagai benda yang ada di sekitarnya, maka sewaktu-waktu anak tersebut bisa saja menggunakan atau menyentuh benda tersebut dengan salah. Juga dengan peran orangtua dalam memberikan teguran kepada anak dengan nada dan kalimat yang salah, serta diulang-ulang terhadap suatu benda yang sama, maka anak tersebut bisa jadi akan memiliki pengalaman buruk bahkan trauma, sehingga bisa saja berdampak pada aktivitas keseharian di masa depannya.

Adapun benda-benda yang biasanya dikenalkan kepada balita bisa berupa benda mati seperti mainan plastik, boneka, dan sebagainya; sedangkan benda hidup adalah seperti hewan, tumbuhan dan manusia. Dalam wacana kali ini, penulis menggunkan pentingnya mendidik anak “balita” dengan binatang peliharaan atau pet. Untuk pet, kebanyakan memang orangtua khawatir terhadap kemungkinan penyakit yang ada di binatang menular kepada anaknya. Memang hal ini wajar, namun ada beberapa hal yang positif jika orangtua dapat mengenalkan ananknya mengenai binatang. Adanya pet ini juga bagi si anak adalah bagaimana menyayangi sesama makhluk hidup, merawat, dan memiliki tanggungjawab untuk merapat petnya tersebut, dan lain sebagainya. Namun, bagi yang ingin memiliki pet dirumah atau sudah memiliki pet dan ada anak kecil, sebaiknya dirawat denga check up rutin ke dokter hewan. Dan juga untuk orangtua yang masih khawatir terhadap adanya binatang dirumah, ayah atau bunda bisa membelikan binatang seperti kelinci, dan sebaginya yang dirasa tidak berbahya untuk anak.

Adapun cara orangtua dalam menghimbau atau memperingatkan anaknya dengan nada dan kata-kata yang sering diulang-ulang diucapkan terhaap suatu hal yang sama maka akan berpengaruh juga terhadap trauma anak atau kepada perilaku anak kedepannya. Kata jangan, tidak boleh dengan nada tinggi, seyogyanya bisa diganti dengan nada lembut dan kata-kata jika adek melakukan hal ini, nanti adek jadi begini loh, dan sebagainya. Tidak ada salahnya juga membiarkan anak mencoba sesekali hal yang tidak terlalu berbahaya kepada anak agar anak dapat belajar dan mengerti rasa ingin tahunya tersebut berdampak kurang baik terhadap anak.

Dari semua hal diatas, orangtua sebaiknya tidak hanya mendidik anak saja, tapi orangtua juga harus belajar demi proses perkembangan dan pertumbuhan anaknya, tidak hanya selalu mengkhawatirkan saja, namun membelajari dan memberi contoh kepada anak bagaimana perilaku dan perkataan yang baik dan tidak, bagaimana melakukan sesuatu dan bagaimana merespon suatu benda yang masih awam atau baru


EmoticonEmoticon