Pernah mendengar Kampung Inggris? Simak informasinya berikut ini

Kampung Inggris bukan kampunya orang Inggris, ataupun kampung yang ada di Inggris. Tapi kampung Inggris yaitu suatu daerah di Pare, Kediri Jawa Timur. Bukan nama daerah, tapi kampung Inggris adalah sebutan bagi daerah tersebut, karena banyak lembaga kursus bahasa Inggris disana. Tepatnya di Desa Pelem dan Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur saat ini tersebar ratusan lembaga kursus bahasa asing. Di antaranya yang paling dominan adalah lembaga kursus bahasa inggris.

Kampung Inggris
Kampung Inggris


Kampung Inggris Pare, Kediri


Perbedaan belajar bahasa Inggris di kampung Inggris dibandingkan kursus bahasa inggris biasa. Kalau di kampung Inggris memang bisa belajar bahasa Inggris, dan yang menarik adalah disana memiliki lingkungan bahasa Inggris. Mayoritas bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris, tidak hanya di tempat kursus tapi penjual makanan, fotokopi, dan sebagainya menggunakan bahasa Inggris. Sehingga memang disana benar-benar terkondisikan berbahasa Inggris.

Memang kebanyakan yang kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris menetap sementara disana. Dengan memngeluarkan uang lebih untuk bayar kost misalnya. Akhirnya pengondisian bicara menggunakan bahasa Inggris akan dilakukan terus selama tinggal disana.

Biasanya kurus di kampung Inggris dan tinggal disana untuk beberapa saat. Pada moment tertentu banyak yang memiliki rencana untuk kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris. Misalnya liburan sekolah, liburan kuliah, atau setelah kelulusan sekolah (SMA) yang biasanya menunggu waktu masuk ke perguruan tinggi. Biasanya pelajar atau mahasiswa memanfaatkan waktu kosong tersebut untuk belajar bahasa Inggris disana.

Kecamatan Pare menjadi terkenal di seluruh dunia karena di sinilah antropolog kaliber dunia, Clifford Geertz - yang saat itu masih menjadi mahasiswa doktoral - melakukan penelitian lapangannya yang kemudian ditulisnya sebagai sebuah buku yang berjudul The Religion of Java. Dalam buku tersebut Geertz menyamarkan Pare dengan nama "Mojokuto". Di Pare, antropolog ini sering berdiskusi dan berkonsultasi dengan Kyai Yazid ibnu Thohir yang merupakan perintis adanya Kampung Inggris, yang juga merupakan salah satu narasumber yang membantu antropolog tersebut dalam menyelesaikan bukunya.

Pare termasuk kota lama. Ini terbukti dari keberadaan dua candi tidak jauh dari pusat kota, yakni Candi Surawana dan Candi Tegowangi, serta keberadaan patung "Budo" yang berada tepat di pusat kota. Ketiga peninggalan ini membuktikan bahwa Pare telah lahir ratusan tahun lalu. Dahulu di Pare terdapat jalur kereta api dari Kediri ke Jombang, tetapi sekarang hanya tersisa relnya saja dan Stasiun Pare. dahulu Stasiun Pare mempunyai jalur cabang menuju Stasiun Papar. Hanya sampai sekarang belum diketahui dengan pasti kapan kota Pare berdiri dan siapa pendirinya.

Comments