Simak Teori Kepribadian Sigmund Freud berikut ini

Teori Kepribadian Sigmund Freud Sigmund Freud merupakan salah satu tokoh psikologi yanag beraliran psikoanalisis klasik. Sigmund freud menganggap pribadi yang sehat dalah individu yang banyak identifikasi dan sublimasi. Identifikasi merupakan suatu cara untuk mengurangi tegangan dengan meniru atau mengidentifikasi diri sendiri dengan orang yang dianggap lebih berhasil memuaskan keinginannya dibandingkan dirinya sendiri. Sedangkan sublimasi merupakan suatu jalan damai yang  menghasilkan prestasi budaya yang lebih tinggi, diterima di masyarakat sebagai kultural kreatif.

Teori Kepribadian Sigmund Freud


Teori Kepribadian Sigmund Freud

Struktur kepriadian menurut Freud bahwa setiap  individu memiliki kehidupan jiwa yang terbagi menjadi tiga tingkat kesadaran, ketiga tersebut merupakan sadar (conscious), prasadar (preconcious), dan tidak sadar (unconcious). Ada pula tiga sistem kepribadian menurut Freud yakni ed, ego dan super ego.

Perkembangan kepribadian menurut Freud juga memiliki tahapan, dan Freud ini juga meyakini bahwa 5 tahap kepribadian awal atau pentingnya pada tahap masa bayi dan kanak-kanak dalam membentuk karakter seseorang. Nah, fase-fase tersebut diantaranya adalah fase oral (0-1 tahun), fase anal (1-2/3 tahun), fase phallic (2/3-5/6 tahun), fase laten (5/6 tahun–12/13 tahun), dan  fase genital (12/13-dewasa).

Dalam fase-fase tersebut, Freud meyakini bahwa 5 tahapan awal akan memebentuk karakter seseorang di masa dewasanya. Menurut teori Freud, tiap tahapan  atau fase-fase adalah mutlak, sehingga berdampak pada nantinya di masa depan.


Sumber : Alwisol. (2014). Psikologi Kepriadian. Malang:UMM Press.