Inilah Kontroversi film Fifty Shades of Grey


Selalu ada yang baru dalam menyambut hari Valentine. Salah satunya adalah akan ditayangkan film Kontroversial Fifty Shades of Grey. Film tersebut ramai diperbincangkan di luar negeri dan banyak penolakan terhadap film itu karena dianggap berbau porno dan kekerasan seksual. Namun, Apakah di Indonesia akan ditolak atau tetap tayang?

Kontroversi film Fifty Shades of Grey


Fifty Shades of Grey adalah film yang diangkat dari novel “Fifty Shades of Grey”  yang dikarang oleh E. L. James berkebangsaan Inggris.

Berdasarkan novelnya, film ini mengisahkan tentang hubungan percintaan antara seorang mahasiswi dan pekerja paruh waktu bernama Anastasia Steele dengan seorang pebisnis muda bernama Christian Grey.

Dan yang menjadi kontroversi adalah film ini mengandung unsur eroticdan kekerasan seksual.


Di Malaysia film Fifty Shades of Grey  dilarang tayang, karena dianggap tidak wajar dan terlalu sadis untuk ditayangkan di Malaysia.

Chairman bioskop Malaysia mengatakan, “muatan film terlalu sadis, menampilkan adegan seorang wanita yang diikat ke tempat tidur dan dicambuk”.

Di kutip dari www.londoncommunitynews.com, bahwa protes penolakan film ini juga terjadi di London, Inggris. Aktifis perempuan dan anti-pornografi London, melakukan protes agar mengentikan budaya porno. Mendorong untuk memboikot film yang akan tayang yaitu Fifty Shades of Grey.