Meningkatkan kemampuan kognitif kanak-kanak dengan peran orang tua


Kognitif kanak-kanak . Psikologi kognitif adalah salah satu cabang dari psikologi dengan pendekatan kognitif untuk memahami perilaku manusia. Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi. Kognitif dalam psikologi dapat berarti dua, yaitu bisa diartikan sebagai aktivitas mental (persepsi, memori, atensi, dll) dan juga dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan psikologi(Wikipedia).

Meningkatkan kemampuan kognitif kanak-kanak dengan peran orang tua


Tahukah anda, anak anda akan mengalami masa keemasan pada usia 0-5 tahun dengan puncaknya adalah 4 tahun. Pada saat itu, kemampuan kognitif anak akan berpengaruh kepada masa depannya. Dan otak anak akan lebih maksimal 80% pada usia 8 tahunnya. Hal ini dapat berpengatuh pada masa depan anak itu sendiri dengan didukung lingkungan yang positif. Karena pada saat itu, kanak-kanak lebih banyak modelling dari sekitarnya, diantaranya adalah modelling perilaku, kata-kata, gaya, dan sebagainya.

Pada saat kanak-kanak, perlunya bermain dengan belajar dapat memebantu perkembangan kognitif dan sosioemosinya yang berupa kemampuan motorik halus dan kasar dan juga daya berpikirnya. Sehingga adanya taman bermain yang mendidik dan mengajari anak dalam belajar dan bermain akan lebih efektif, karena masa kanak-kanak memang berada pada taraf kegembiraan dalam mengenai dan mempelajari sesuatu.

Banyak hal dan metode sederhana yang dapat diterapkan oleh orang tua atau guru kepada anak usia golden age atau anak usia emas ini. Diantaranya adalah, dengan memberkan permainan yang menyenangkan dan mendidik serta aman bagi anak sesuai dengan usia dan kemampuan yang sedang berkembang. Kemampuan memingkatkan motorik anak misalnya, dengan permainan lempar bola plastik, bermain plastisin, dan lain-lain. Dari kognitif dan imajinasinya misalkan dengan menyusun puzzle, membuat bangunan dari kayu, dan sebagainya. Dan dari segi sosioemosi dan penanaman moral misalnya dengan dongeng atau bercerita tentang cerita yang mengandung hikmah, membiasakan anak terbiasa dan terbuka bercerita kepada orang tua, mengajarkan dan mengenalkan anak mengenai ibadah, dan lain-lain.

Adanya pengawasan, dukungan dan perhatian dari orang tua dalam tumbuh kembang anak yang dapat didukung dengan kasih sayang, support dari orang tua, perhatian makanan yang menyehatkan, dan juga pelajaran moral yang baik di masyarakat akan mengantarkan anak tumbuh dengan sesuai harapan orang tua dan bangsa. Jangan lewatkan tumbuh dan kembang anak pada saat masa-masa keemasannya ini, dan tetap bersabar dalam mendidiknya, terutama perilaku, kata-kata yang dapat dicontoh oleh anak. Karena dalam mendidik, tidak hanya materi saja yang dibutuhkan, namun juga kasih sayang, perhatian, dan kebersamaan.

Terima Kasih sudah membaca artikle kami, kalau menurut Anda bermanfaat tolong bagikan melalui facebook, twitter, google+ dan social media yang lain.  Jangan lupa untuk berkomentar dibawah ini :)

Comments