Apakah usaha kecil sudah siap hadapi AEC 2015 ?

Usaha kecil - Tidak terasa sebentar lagi sudah 2015, itu tandanya AEC 2015 akan dimulai. Karena mendekati waktu ini, beberapa waktu lalu saya sempatkan diskusi dengan seorang teman saya tentang ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 atau disingkat AEC 2015. Ternyata banyak juga pandangan yang menyatakan PRO AEC 2015 ataupun yang KONTRA juga banyak sih.


Usaha kecil sudah siap hadapi AEC 2015 ?



Sebelum dibahas lebih lanjut, sudah tahu belum tentang isu AEC 2015 ?




Kalau menurut buku menuju ASEAN ECONOMIC COMMUNITY dijelaskan bahwa tujuan AEC 2015 ini adalah untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN, meningkatkan daya saing dipasar dunia, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan standart hidup negara ASEAN, dan semua itu terintegerasi dalam AEC.


Sebenarnya rencana AEC ini sudah disepakati sejak 2007 di Singapura pada KTT ASEAN KE-13. Dan apa yang akan terjadi pada 2015? ASEAN bakal menjadi pasar tunggal, yaitu terjadi perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN termasuk Indonesia.



Bagaimana itu pasar tunggal ASEAN?  




Berarti negara-negara ASEAN bisa bebas menjual produk ataupun jasanya dinegara ASEAN lainnya. Kemungkinan bahkan barang dari negara lain bisa masuk ke Indonesia tanpa pajak atau mungkin aturan yang mengikat untuk melakukan perdagangan.


Misalnya gini, dulunya kalau Malaysia atau negara lain ingin menjual produk jeruknya ke Indonesia maka nanti akan dikenai pajak. Dan juga mungkin tidak bisa dijual bebas, karena untuk melindungi produk jeruk lokal. Namun dalam AEC disini aturan itu tidak berlaku lagi, sehingga jeruk impor di Indonesia akan bersaing langsung dengan jeruk lokal. Demikian juga Indonesia kalau ingin menjual produk ke negara ASEAN yang lain.


Nah, kalau misalkan ada kasus seperti berikut bagaimana?



Misalnya produksi jeruk dari luar secara kualitas lebih bagus, dan harganya lebih murah. Sedangkan jeruk lokal Indonesia kualitas dan penampilan biasa bahkan buruk (pengalaman beli jeruk di pasar tradisional) dan harganya juga mahal. Maka pasti konsumen akan memilih jeruk impor yang murah itu tadi dan kualitasnya lumayan dibanding jeruk lokal.


Kok bisa ya produksi jeruk kualitas tapi harganya murah? 



Ya itu tergantung strategi produsennya sebenarnya, kalau produksinya dengan teknologi canggih dan ilmu tentang perjerukan misalnya. Tidak heran kalau produksi jeruknya melimpah dan kualitas, sehingga karena jumlahnya banyak itulah maka harganya murah. Ditambah lagi kalau dengan teknologi biasanya lebih hemat dari pada manual. Misalnya dengan menanam,perawatan, panen,dll menggunakan tenaga mesin bukan manusia.


Ada poin penting disini, yaitu penggunaan teknologi atau alat-alat canggih, kemajuan ilmu yang digunakan dalam produksi jeruk, dan lain sebagainya. Ini adalah ciri negara-negara maju dan modalnya juga besar untuk memenuhi semua itu. Sehingga bagaimana nasib yang modalnya kecil, menggunakan teknologi seadanya, tanpa ilmu atau wawasan terkait? Yang pasti kalau tetap begitu terus, maka akan kalah bersaing.


Sehingga apakah harus takut menghadapi tantangan ini?



Justru kalau takut dan berhenti berusaha itu berarti memperburuk keadaan. Karena kalau para usaha kecil yang modal kecil, teknologi seadanya, minim pengetahuan mundur dari tantangan ini maka Indonesia akan menjadi negara konsumen yang mengkonsumsi produk-produk asing.


Coba bayangkan dalam analogi jeruk tadi, misalnya petani jeruk pesimis dan berhenti maka bangsa Indonesia akan makan jeruk dari negara lain. Dan efeknya negara lain yang jual jeruk di Indonesia akan semakin kaya dan Indonesia semakin miskin karena uangnya dibelanjakan terus ke negara asing.


Tapi kalau misalnya usaha kecil menengah bangkit, maka peluang yang sama juga dimiliki untuk menjual produknya ke luar negeri. Dengan begitu akan meningkatkan perekonomian Indonesia, dengan menjadi produsen hebat bukan menjadi konsumen.


Tapi pertanyaan yang mendasar yaitu bagaimana caranya? 



Saat ini pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas ekonominya. Termasuk meningkatkan usaha kecil dan menengah, agar mampu bersaing. Dari situ pasti banyak fasilitas yang diberikan misalnya bantuan modal, diklat atau juga memberikan tuntunan dalam menjalankan usaha.


Selain itu juga yang ga kalah penting yaitu dari sisi pelaku usaha yang memproduksi produk-produk Indonesia. Harus memiliki motivasi tinggi, senantiasa belajar dan berinovasi jangan sampai kalah dengan negara lain nantinya, plus kerja keras yang perlu ditingkatkan, serta yang paling penting adalah berdo'a.


Comments