Pesawat tanpa awak drone digunakan untuk menyelundupkan obat

Pesawat tanpa awak drone digunakan untuk menyelundupkan obat


Teknologi sebenarnya bersifat netral, namun teknologi bisa menjadi negatif dan juga positif . Negatif atau positif teknlogi, tergantung siapa yang menggunakannya. Teknologi akan menjadi bahaya ketika disalahgunakan. Atau juga digunakan untuk kejatahan. Seperti yang terjadi pada kasus-kasus berikut ini.

Di California Selatan, cara berbeda dilakukan untuk mengirimkan obat terlarang ke penjara. Dengan adanya teknologi, mereka mencoba menggunakan drone untuk mengirimkan obat-obatan terlarang tersebut.

Hal ini tampaknya menjadi kasus di South Carolina, di mana polisi mengatakan bahwa pesawat tak berawak (drone) digunakan untuk mengirimkan telepon, obat-obatan terlarang dan tembakau rokok ke Lembaga Pemasyarakatan Lee di Bishopville.

Disini adalah penjara dengan sistem keamanan tinggi,  sehingga napi tidak bisa dianggap enteng. Seperti yang dilaporkan Reuters, seseorang gagal dalam untuk menurunkan drone. Namun, polisi mengatakan bahwa pesawat tak berawak jatuh di luar tembok penjara sebelum bisa membuat pengiriman.

Adanya drone menarik perhatian penjaga penjara. Dengungan suara drone membuat merasa ada keanehan yang terjadi. Reuters mengutip,  juru bicara “Departement of Correction” mengatakan kebanyakan ponsel diselundupkan itu hanya melemparkan atas dinding penjara.

Telpon yang dikirim biasanya digunakan untuk mengendalikan kejahatan dari dalam penjara. Dalam kasus drone ini, polisi disana sudah menangkap satu orang dan mengejar pelaku yang selainnya.

Ini mungkin bukan kasus pertama drone digunakan untuk kejahatan seperti itu. Bulan Maret, pihak berwenang Australia mengatakan bahwa mereka menghadang pesawat tanpa awak (drone)  dengan kargo obat terlarang saat mendekati sebuah penjara di Victoria.

Comments