korban malaysia airlines

korban malaysia airlines


Korban Malaysia Airline yang tertembak di Ukraina sebanyak 298. Informasi resmi dari website Malaysia Airline disebutkan bahwa mayoritas penumpangnya adalah warga negara Belanda sebanyak 193 orang. Kemudian warga Malaysia sebanyak 43 orang  termasuk 15 awak pesawat dan  2 bayi, Australia 27 orang, warga Indonesia 12 orang dan 1 diantaranya adalah bayi, 10 warga Inggris, 4 warga Jerman, 4 orang Belgia, 3 orang Filipina, 1 orang  Canada dan 1 orang Selandia baru.

Malaysia Airline turut beduka cita atas kejadian ini. Dan bejanji akan menuntaskan penyeledikan dan mendapatkan keadilan atas kejadian tersebut. Kemudian Malaysia sangat prihatin bahwa lokasi kecelakaan belum diamankan dengan baik.

Menghalangi proses penyeledidikan kecelakaan berisiko merusak penyelidikan itu sendiri. Sehingga setiap tindakan yang mencegah Malaysia untuk menyelidikan kebenaran tentang apa yang terjadi pada MH17 tidak dapat ditoleransi. Kalau ada yang menggagalkan proses penyelidikan, itu termasuk tidak menghormati korban yang meninggal dan keluarganya.

Malaysia menyerukan semua pihak untuk melindungi lokasi kecelakaan, dan untuk memungkinkan untuk melanjutkan penyelidikan. Mereka mendesak semua pihak yang terlibat untuk menghormati keluarga, dan bangsa-bangsa yang telah kehilangan putra dan putri mereka dalam serangan ini. Menurut mereka, MH17 telah menjadi isu geopolitik. Tapi tidak boleh lupa bahwa itu adalah tragedi kemanusiaan. Beberapa hari setelah pesawat itu jatuh, Tidak ada satupun dari sebelas warga negara yang terlibat dalam konflik di Timur Ukraina.