Revolusi media tulis

Revolusi media tulis



Saat ini kita sedang berada di tahun 2014, banyak orang mengatakan bahwa ini adalah abad ke 21. Banyak perkembangan yang terlah terjadi saat ini. Seperti halnya ketika anda membaca tulisan ini, yang bisa anda baca melalui media elektronik seperti computer, handphone, tablet, dan berbagai perangkat akses internet lainnya.

Pepatah mengatakan “JASMERAH” yang berasal dari singkatan “JANGAN MELUPAKAN SEJARAH”. Termasuk dalam sejarah media tulis yang ada saat ini.

Coba kita bayangkan saat ini kita berada sekitar dimulainya abad ke 1 Masehi, yaitu ketika pertama kali tulisan ditemukan. Batas sebelum dan seduah masehi adalah kalau sebelum masehi berarti itu zaman dimana belum ditemukannya tulisan. Dan masehi adalah zaman dimana sudah ada tulisan.

Mungkin yang terjada di awal abad masehi media tulis yang digunakan tidak seperti saat ini. Banyak dijumpai bukti-bukti sejarah misalnya tulisan di dinding gua. Dan bentuk tulisannya belum seperti saat ini, tapi masih berupa simbol-simbol tertentu yang tidak baku atau juga gambar-gambar tentang sekitar seperti aktifitas manusia, binatang, ataupun alam.

Seperti halnya Al Qur’an yang awalnya ayat-ayat suci di dokumentasikan atau ditulis dalam berbagai media. Media yang digunakan untuk menulis ayat-ayat Al Qur’an diantaranya adalah pelepah kurma, kulit binatang, batu, dan lain sebagainya.

Atau bahkan kalau kita mendengar cerita dari kakek nenek kita, yang pernah hidup dalam masa penjajahan atau beberapa saat setelah Indonesia merdeka. Dan pastinya ketika ada yang bersekolah, maka mereka menceritakan bahwa dulu tidak ada buku tulis. Media yang digunakan adalah batu tulis yang biasa disebut dengan sabak. Meski saat ini sudah ditemukan kertas, namun karena masih sulit didapat dan dalam kondisi ekonomi yang tertinggal maka penggunaan kertas masih jarang. Dan menggunakan batu tulis atau sabak itu tadi.

Mungkin manusia dahulu melakukan evaluasi, yang awalnya menggunakan berbagai media dari alam seperti batu, kayu, daun, dan lainnya untuk menulis. Akhirnya munculah media kertas yang berkembang hingga saat ini. Sampai muncul banyak industri kertas.


Hingga penggunaan kertas merupakan kebutuhan dasar dalam berbagai kehidupan. Mulai dari kebutuhan kantor, keperluan pendidikan, bahkan sampai kepertluan bungkus makanan pun menggunakan kertas. Dan memang kertas diprioritaskan untuk media tulis menulis, buku, dan berbagai hasil dokumentasi karya manusia. Seperti halnya untuk cetak foto, untuk menggambar sesuatu pun juga menggunakan kertas.

Saat ini 2014 mungkin bisa dikatakan kertas tidak lagi seperti dahulu ketika awal muncul. Karena saat ini sudah berkembang, dengan adanya teknologi maka penggunaan kertas agak berkurang. Misalnya surat menyurat bisa dilakukan dengan internet yaitu dengan adanya electronic mail (email). Membuat suatu tulisan atau buku dengan adanya teknologi tidak membutuhkan kertas banyak karena ada electronic book (ebook). Dan file dalam bentuk kertas membutuhkan ruang yan banyak untuk menyimpannya, dengan adanya teknologi semua file bisa disimpan dalam suatu tempat penyimpanan dengan rapi dan aman. Dan ketika mencari tanpa perlu pusing, tinggal kita ketika keyword yang dibutuhkan maka mesin akan otomatis mencari sendiri.


Dengan adanya PC (Personal Computer),  notebook, netbook, tablet, semua alat digital yang bersifat personal yang cenderung berisi data-data pribadi. Baik itu dokumen, tulisan, foto, dan sebagainya tersimpan jadi satu disitu. Ibarat disitu adalah kumpulan dari berbagai buku, file, dokumen, dan berkas-berkas lainnya. Yang akhirnya mengurangi penggunaan kertas dan lebih praktis dibandingkan dengan kertas.